ICEL

ICEL

Atlet-atlet Asian Games Berisiko Terpapar Polusi

JAKARTA, KOMPAS — Penyelenggaraan Asian Games 2018 pada 18 Agustus-2 September 2018 membutuhkan udara bersih di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan. Di Jakarta diperlukan terobosan khusus karena data indeks mutu udara dua tahun terakhir menunjukkan, saat itu udara Jakarta terpolusi debu atau PM2,5 pada rentang menengah hingga tak sehat.

Di Palembang, mutu udara periode itu aman karena di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mutu ini agar dijaga dengan memastikan tak ada kebakaran hutan dan lahan.

Di Jakarta, jika memakai standar WHO, hampir semua hari pada periode itu melewati standar WHO 25 mikrogram per milimeter kubik. Debu halus ini berbahaya karena bisa mencapai paru-paru sampai pembuluh darah sehingga memicu berbagai penyakit berbahaya.

Menurut standar nasional, baku mutu ambien PM2,5 yang hanya 65 mikrogram per milimeter kubik, mutu udara Jakarta masih baik. Namun, standar ini tak bisa jadi acuan karena kegiatan berskala internasional.

”Kita harus memakai standar WHO di ajang internasional ini untuk memastikan tamu-tamu dan atlet mendapat udara bersih,” kata Bondan Andriyanu, Pengampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Rabu (14/2), di Jakarta, dalam diskusi yang diprakarsai Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Pusat Penelitian Perubahan Iklim Universitas Indonesia.

Menurut Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung Puji Lestari, polusi udara di kotakota besar di Indonesia pada tingkat membahayakan. Jika tak ada upaya pengendalian, polusi udara terus meningkat. Saat Olimpiade 2008, China menghentikan operasi pabrik-pabriknya selama sebulan sebelumnya demi mengurangi kabut polutan di udara.

Di kota besar, penyumbang emisi udara berasal dari sektor transportasi, pembangkit listrik, industri, dan rumah tangga. Di sektor transportasi, mutu bahan bakar dan teknologi memengaruhi produksi emisi.

Menurut Agus Dwi Susanto, Presiden Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, polutan berupa partikel halus atau PM2,5 memapar paru-paru sampai sel darah merah dan otak serta organ dalam lain. Hal itu memicu penyakit, seperti asma dan kanker.

Dasrul Chaniago, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan, pemerintah berupaya meningkatkan mutu udara.

Sumber : https://kompas.id/baca/lain-lain/2018/02/15/tanpa-terobosan-atlet-atlet-asian-games-berisiko-terpapar-polusi-udara/