2011, Karpet Merah untuk Investor Perusak Lingkungan

  • Berita
  • 167 views

Jakarta – Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) berpendapat kebijakan dan regulasi lingkungan hidup yang diterbitkan tahun 2011 lebih pro investor. Hampir tidak ada kasus lingkungan hidup yang selesai diproses.

\\\”Jadi tahun 2011 ini merupakan tahun pemberian karpet merah bagi investor perusak lingkungan,\\\” kata Direktur Eksekutif Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Henry Subagiyo, dalam jumpa pers refleksi akhir tahun 2011 di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29\/12\/2011).

Ia memaparkan pemerintah menerbitkan Perpres nomor 28 tahun 2011 tentang penggunaan kawasan hutan lindung untuk penambangan bawah tanah pada Mei 2011.

19 Desember 2011, pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan menandatangani nota kesepahaman mengenai penggunaan kawasan hutan lindung dan kawasan hutan konservasi untuk pemanfaatan panas bumi.

\\\”MoU tersebut menjadikan penggunaan kawasan hutan lindung untuk pemanfaatan panas bumi menjadi semakin mudah,\\\” ujar Henry.

Sementara sepanjang tahun 2011, kata Henry, Kemenhut menerbitkan 18 perizinan penggunaan kawasan hutan untuk panas bumi. Dalam proses penegakan hukumnya pemerintah terkesan lempeng.

\\\”Hampir tidak ada kasus pelanggaran yang diselesaikan. Kami berharap adanya harmonisasi peraturan perundang-undangan di sektor lingkungan hidup dan sumber daya alam yang melibatkan para pemangku kepentingan. Harmonisasi ini harus dipimpin langsung oleh Presiden,\\\” papar Henry.