ICEL

ICEL

ICEL Kritik Visi DPR dan DPD RI Terpilih Terkait SDA dan Lingkungan

“Hal yang patut kita pertanyakan terkait persoalan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan kepada DPR dan DPD RI yang terpilih adalah, mereka mau ngapain?”

Begitu keluh Henri Subagiyo dalam diskusi opini “Evaluasi Kinerja Dan Reformasi Parlemen” yang disiarkan oleh MNC Trijaya 104.6 FM Jakarta. Dalam diskusi tersebut Henri Subagiyo selaku Direktur Eksekutif Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) menyampaikan pandangannya kepada DPR periode 2019-2024 yang terpilih. Jakarta, Selasa (08/10/2019).

“Banyak hal yang menjadi catatan saya untuk parlemen kita, salah satunya adalah ketika kita berbicara mengenai sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup kepada DPR, hal yang sering kali menjadi jalan keluar atau solusi adalah dengan merancang undang-undang. Padahal persoalan bangsa ini banyak sekali dan resepnya tidak selalu undang-undang. Bisa saja resepnya ada pada implementasi, saya sangat kecewa pada DPR periode yang lalu, ketika komisi III membentuk Panja pada kasus-kasus karhutla, banyak sekali rekomendasi yang diberikan, itu tidak tuntas dilaksanakan.”

“Kemudian kita berbicara mengenai kejahatan tenurial dan illegal logging yang putusannya dimenangkan oleh pemerintah namun hingga saat ini putusannya tidak ada di eksekusi, tetapi apa yang dilakuka oleh DPR? Harusnya DPR duduk bersama untuk melihat dan mendengar apa sih langkah-langkah kerja yang terukur yang harus kemudian mereka lakukan. Dan publikpun bisa memberikan masukan yang jelas. Jangan sampai pemerintah berbicara ok kami akan mencoba mengurai konflik tenurial yang ada diperkebunan, tetapi malah mengeluarkan RUU Perkelapasawitan yang isinya ketika kita bedah bersama-sama malah menggiring konflik itu menjadi lebih besar lagi.” Ujar Henri kembali.

Sayangnya hingga saat ini DPR RI pada periode sebelumnya hingga saat ini tidak memiliki program kerja, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek untuk menanggapi permasalahan SDA dan lingkungan hidup.

Dalam diskusi opini tersebut turut hadir sebagai narasumber Sekjen TI Indonesia Dadang Trisangsongko, Koordinator Nasional PWYP Indonesia Maryanti Abdullah, Direktur IESR Fabby Tumiwa, Ketua KoDe Inisiatif Veri Junaidi, Bersihkan Indonesia Ahmad Ashov, Ketua BEM UNJ M. Abdul Basit. (Dona)

Untuk diskusi selengkapnya simak video dibawah ini: