DUA ISU KRUSIAL DALAM RANCANGAN UNDANG-UNDANG ENERGI BARU TERBARUKAN

DUA ISU KRUSIAL DALAM RANCANGAN UNDANG-UNDANG ENERGI BARU TERBARUKAN

Tahun Terbit: 2021

Keterangan:

Saat ini, Rancangan Undang-Undang tentang Energi Baru Terbarukan (RUU EBT) tengah dibahas di DPR. Adapun RUU EBT ini direncanakan dibentuk untuk memberikan kerangka hukum terkait penetapan kebijakan, pengelolaan, penyediaan dan pemanfaatan Energi Baru dan Energi Terbarukan agar terstruktur dan terarah implementasinya dari skala nasional hingga daerah.Proyeksi yang ditetapkan kemudian adalah percepatan pengembangan EBT untuk menggantikan penggunaan energi fosil sebagai pasokan energi mayoritas untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik. Artinya terdapat kehendak untuk menjadikan RUU EBT sebagai dokumen legal formal yang difungsikan untuk menjabarkan poin-poin pokok dalam upaya transisi menuju energi bersih.

Sekalipun begitu, melihat dari RUU dan Naskah Akademik versi 25 Januari 2021, masih terdapat beberapa permasalahan substantif dalam rancangannya. Adapun tulisan ini bertujuan untuk menelaah dan mengkritisi substansi dari RUU EBT serta Naskah Akademiknya, terutama untuk menjawab dua isu krusial dalam muatan RUU EBT versi 25 Januari 2021, yakni: 1) tidak adanya justifikasi atas dibutuhkannya pembangkit listrik tenaga nuklir saat ini, serta 2) tidak terjawabnya permasalahan dan kondisi aktual perencanaan dan pengelolaan energi secara keseluruhan.

Download