PROBLEMA TRANSISI ENERGI DI INDONESIA: ANTARA ENERGI BARU DAN ENERGI TERBARUKAN

PROBLEMA TRANSISI ENERGI DI INDONESIA: ANTARA ENERGI BARU DAN ENERGI TERBARUKAN

Tahun Terbit: 2020

Keterangan:

Seri Analisis Transisi Energi #1
*Seri analisis ini juga sudah terbit di: http://kaukus-ekonomi-hijau.openparliament.id/id dan dengan beberapa pembaharuan.

Penggunaan energi fosil yang selama ini menjadi tumpuan dunia telah terbukti berkontribusi mempercepat laju pemanasan global. Laporan khusus dari Interngovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada 2018 bahkan dengan tegas menyatakan perlu dilakukan transformasi energi secara cepat dan besar untuk mencegah kenaikan suhu bumi di tingkan 1,5˚C. Untuk membatasi kenaikan suhu tersebut, setidaknya perlu penurunan emisi tahunan mencapai 25-30 GtCO2e/tahun dan sektor energi memiliki peranan penting dalam penurunan emisi tersebut. Transisi energi ke energi terbarukan serta melakukan efisiensi energi perlu dilakukan dengan cepat.

Semangat transisi energi ini kemudian diterjemahkan oleh Pemerintah Indonesia melalui berbagai dokumen kebijakan dan perencanaan energi. Salah satunya, dalam Kebijakan Energi Nasional yang menetapkan pengembangan minimal 23% energi baru dan terbarukan pada 2025. Sayangnya, di berbagai kebijakan Indonesia terminologi ‘energi baru dan terbarukan’ kerap dipergunakan sebagai satu kesatuan. Pada akhirnya, banyak pihak menerjemahkan bahwa energi baru dan terbarukan merupakan tumpuan energi masa depan Indonesia. Padahal, energi baru dan energi terbarukan merupakan dua hal yang berbeda, salah satunya ketika ditinjau dari segi dampak lingkungan dan kesehatan.
[…]

Download