ICEL

ICEL

Kunjungan lapangan ICEL ke masyarakat Hukum Adat Serampas

 

Pada 7-8 Februari 2019 lalu, ICEL mengadakan kunjungan lapangan ke kawasan ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser.

Dalam kunjungan lapagan tersebut, ICEL menemukan beberapa cerita terkait konflik manusia dengan satwa yang dilindungi, yakni antara masyarakat setempat dengan harimau sumatera dan orang utan.

Beberapa kasus yang kerap terjadi adalah ditemukannya harimau sumatera yang secara periodik “turun gunung” dan memangsa ternak warga.

Masyarakat setempat acapkali merasa terganggu dengan orang utan yang masuk pemukiman dan memakan hasil perkebunan warga.

Atas konflik dengan satwa yang dilindungi tersebut, pada awalnya terdapat keinginan masyarakat agar harimau dan orangutan tersebut dipindahkan atau diberi pagar batas agar tidak masuk dalam pemukiman penduduk. Mengingat bahwa Taman Nasional Gunung Leuser adalah habitat asli dari satwa yang dilindungi, pagar batas hanya menjadi sekedar opsi.

Opsi lainnya adalah membuat jarak pembatas dengan membersihkan kawasan konservasi dengan pemukiman warga dengan membersihkan jarak batas tersebut dari semak dan tanaman liar selebar satu meter agar harimau “enggan” memasuki wilayah yang menjadi pemukiman masyarakat.

Untuk menangani permasalahan dengan orang utan, masyarkat juga membuka wacana untuk menanam berbagai jenis pohon buah-buahan didalam hutan atau kawasan konservasi agar lahan pertanian masyarakat tidak lagi diganggu oleh orang utan.

Meski seringkali berkonflik dengan satwa yang dilindungi, masyarakat tetap merasakan manfaat dari keberadaan satwa liar tersebut khususnya dari orang utan yang menarik perhatian berbagai wisatawan mancanegara, yang turut menggerakkan perekonomian berbasis ekowisata masyarakat setempat.(Tyo)