ICEL

ICEL

Mengatur Timbal dalam Cat: Belajar dari Filipina

Awal Juni ini, Manny Colonzo, peneliti EcoWaste Coalition dan International POPs Elimination Network (IPEN), mendapatkan penghargaan Goldman Environmental Prize. Salah satu penghargaan paling bergengsi bagi pejuang lingkungan ini diperoleh Manny atas kerjanya dalam menjembatani ilmu pengetahuan termutakhir dengan legislasi batas aman timbal dalam cat. Angka 90 ppm, yang secara global disepakati sebagai tingkat aman timbal dalam cat, telah menjadi kewajiban hukum bagi seluruh perusahaan cat di Filipina sejak 2013. Kerja Manny dan tim ini berhasil melindungi 12 juta anak-anak Filipina, yang merupakan kelompok paling rentan, terhadap dampak paparan timbal dalam cat.

Manny dan tim memulai advokasi ini dengan pengumpulan data mengenai kandungan timbal dalam cat pada tahun 2013. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa 61% sampel (dari total 122 merk cat) mengandung timbal lebih dari 90 ppm; dengan 39% dari total sampel mengandung timbal lebih dari 10.000 ppm. Sampel dengan kandungan timbal tertinggi mnunjukkan level yang mencengangkan pada 156.000 ppm.

Studi tersebut mendapatkan perhatian yang cukup signifikan di Filipina, dan memancing perdebatan publik mengenai keamanan cat. Tidak hanya publik, industri cat pun bereaksi atas temuan tersebut. Manny dan timnya menyambut momentum ini dengan membangun aliansi dengan industri manufaktur cat. Dengan strategi diplomasi dan komunikasi yang luar biasa, Manny dan tim berhasil merangkul industri cat beserta asosiasinya sebagai ujung tombak advokasi ini.

“Kami menanyakan pertanyaan ini kepada industri: Apakah Anda mau menggunakan cat bertimbal di rumah Anda atau tempat bermain anak Anda? Apakah ada alternatif yang secara teknis dapat menggantikan timbal? Menurut perkiraan Anda, berapakah konsumen mau membayar untuk mendapatkan alternatif yang lebih aman tersebut?” ujar Manny. Pertanyaan inilah yang menjadi kunci hubungan konstruktif dengan industri, dan memenangkan simpati salah satu manufaktur dengan pasar tertinggi di Filipina yang menguasai 80% pasar cat nasional.

Dengan dukungan industri dan publik, pada tahun 2013, Filipina mengadopsi batas wajib ini melalui Perintah Adminsitratif 2013-24 untuk Pengendalian Bahan Kimia Timbal dan turunannya (“AO 2013-24”). Regulasi ini memerintahkan penghapusan bertahap atas cat (dan pelapis permukaan sejenis) dengan kandungan timbal lebih dari 90 ppm. Regulasi ini mewajibkan cat yang digunakan untuk aplikasi arsitektural, dekoratif dan rumah tangga mematuhi batas aman dalam 3 (tiga) tahun; dan cat untuk aplikasi industrial dalam 6 (enam) tahun.

Tidak berhenti sampai di situ, Manny dan tim meneruskan legislasi tersebut dengan kerja-kerja untuk memastikan implementasinya. Filipina sekarang memiliki sertifikasi keamanan cat bertimbal oleh pihak ketiga, yang pertama di dunia. Berbagai peraturan Menteri diadopsi oleh sektor-sektor terkait, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pendidikan, Kementerian Pembangunan dan Kerja Sosial, Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah, serta Kementeiran Transportasi.

Studi cat dalam timbal ini diulang pada tahun 2015 dan 2017 untuk memantau implementasi peraturan cat dalam timbal (AO 2013-24). Pada 2017, pengujian timbal dalam cat menunjukkan perbaikan yang signifikan, dengan hasil uji timbal di atas 90 ppm menurun hingga 23% dari total 104 sampel; walaupun masih pada konsentrasi maksimum mengkhawatirkan yaitu 100.000 ppm. Sekarang, Filipina telah memiliki 849 cat dari 5 merk yang dimiliki 2 pembuat cat terdepan di Filipina tersertifikasi aman kandungan timbalnya.

Perjuangan Manny dan tim terus berlanjut ke level yang lebih mendalam. Penegakan hukum dan ketaatan menjadi prioritas, dan Manny dan tim berharap dapat melihat angka ketaatan 100% dalam waktu dekat. Ia juga menyatakan bahwa timnya masih bekerja untuk memastikan cat yang dibuat pada masa penghapusan dapat dikelola dan dibuang dengan aman. Selain itu, ia dan tim juga mendorong regulasi ini berkembang di negara-negara tetangga Filipina – termasuk di negeri kita Indonesia. (Quina)