ICEL

ICEL

Putusan PN Meulaboh pada Kasus PT Kalista Alam Mencederai Hukum

Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) menilai keadilan lingkungan hidup lagi-lagi dicederai oleh upaya sistematis yang lahir dalam wujud putusan pengadilan. Yakni dari putusan PN Meulaboh terkait kasus PT Kalista Alam (PT KA).

Putusan PN Meulaboh tersebut berdampak pada tertundanya pemullhan kerusakan lingkungan hidup atas lahan yang rusak. Putusan terbaru itu dianggap membentuk preseden buruk bagi pelaksanaan eksekusi dalam perkara kebakaran hutan dan lahan.

“Dalam tuntutannya PT Kalista Alam meminta agar terlepas dari seluruh tanggung jawab kerugian lingkungan hidup di wilayah HGU-nya. Alihh-alih mengklasifikasi luasan yang harus ia pertanggungjawabkan. PT Kallsta Alam justru menggunakan mekanisme ini untuk lepas darnmi seluruh tanggung lawab atas Putusan Sebelumnya. Jadi ini merupakan upaya terselubung yang diamini oleh Majelis hakim,” ujar Direktur Eksekutif ICEL Henri Subagiyo, kepada Media Indonesia, (04/05).

Ia mengatakan majelis hakim telah keliru dalam menerapkan hukum dalam perkara tersebut. Itu mengakibatkan tercorengnya kewibawaan pengadilan.

Melalui perkara tersebut Majells Hakim telah membebaskan segala tanggung lawab PT Kalista Alam dengan menganulir putusan Mahkamah Agung sebelumnya. Padahal suatu perlawanan eksekusi tidak dapat menahan dilaksakannya eksekusi putusan sebelumnya. Ataupun menganuli seluruh titel eksekutorial putusan sebelumnya yang sudah Inkracht.

“Berdasarkan hal tersebut, terlihat jelas Putusan PN Meulaboh bermaksud menggagalkan pelaksanaan eksekusi Putusan Sebelumnya, aIih-ahh menegakkan hukum seadil-adilnya,” ujar Henri.

 

Sumber :http://mediaindonesia.com/read/detail/159004-putusan-pn-meulaboh-pada-kasus-pt-kalista-alam-mencederai-hukum