ICEL

ICEL

[Siaran Pers] ICEL: Apresiasi KPU dan Kritisi Visi Misi Debat Pilpres 2019

Indonesian Center For Environmental Law (ICEL) memberikan apresiasi kepada KPU atas penyelengaraan debat pada putaran kedua Calon Presiden 2019, yang digelar tadi malam (Minggu, 17 Februari 2019). Sebab pada debat putaran kedua ini, KPU mampu menyusun alur debat menjadi jauh lebih menarik.

“Alur debat Capres 2019 tadi malam, jauh sangat menarik dari debat sebelumnya. Langkah-langkah KPU untuk melakukan pembenahan patut kita apresiasi. Berbagai pertanyaan juga cukup beragam menggambarkan keseluruhan tema. Selamat untuk KPU,” ujar Direktur Eksekutif ICEL Henri Subagiyo dalam rilis yang disampaikannya.

“Terkait visi misi lingkungan dan sumber daya alam yang dipaparkan oleh kedua pasangan calon (Paslon), kita masih perlu memberikan garis bawah kepada kedua Paslon. Paslon 01 meskipun cukup mengelaborasi soal hubungan lingkungan dengan berbagai sektor namun dalam beberapa hal akurasi datanya masih lemah. Sebagai contoh soal data Karhutla, pencemaran limbah industri, tata kelola sawit dan penanganan lubang tambang. Sedangkan Paslon 02 harus bekerja lebih ekstra untuk mendetailkan langkah-langkah strategisnya dengan mendasarkan pada persoalan dan fakta di lapangan. Saya berharap waktu yang tersisa hingga Pilpres benar-benar dimanfaatkan oleh keduanya untuk mendemonstrasikan gagasan mereka kepada publik dengan lebih baik.” ujar Henri kembali.

Namun ada pula catatan kritis terkait beberapa pernyataan kedua Paslon dalam memaparkan visi dan misinya dalam beberapa segmen. “ Pada segmen pertama terkait pemaparan visi misi, Paslon 01 selain sistematik dalam menyampaikan seluruh tema juga berhasil mengangkat isu-isu lingkungan hidup, sumber daya alam, seputar Karhutla, gambut, energi non-fosil dan penanganan sampah plastik di sungai dan laut. Sedangkan Paslon 02 banyak menekankan soal ketahanan energi dan pangan serta harga murah. Sayangnya tak satupun menjelaskan soal visi dan misinya terkait lingkungan hidup dan sumber daya alam.”

“Segmen kedua mengenai pertanyaan pendalaman visi misi terkait infrastruktur, Paslon 01 banyak menekankan pada isu jalan. Sayang sekali infrastruktur terkait dengan LH tidak dijelaskan. Paslon 02 berhasil menguraikan catatan-catatan soal feasibiltiy study dan isu dampak lingkungan hidup. Sayang kurang didukung fakta dan data.”

Masih dalam paparan Henri, terkait sektor energi dan pangan, baik Paslon 01 maupun 02 sama-sama menekankan soal produksi. Sayang sekali keduanya tak mendarat pada pertanyaan terkait dengan perbaikan tata kelola sawit. Selain itu, pada sektor limbah industri dan rumah tangga, Paslon 01 menekankan soal Karhutla dan Program Citarum Harum. Khusus soal pemulihan sungai, sayang tidak menjelaskan gagasan ke depan dari pengalaman Citarum Harum selain bagaimana strategi perluasannya karena banyak sekali sungai yang tercemar. Paslon 02 banyak menekankan pada isu pengawasan dan penegakan hukum dan pemisahan Kementerian LHK agar LH lebih mendapatkan fokus perhatian. Sedangkan pada reforma agraria, kedua Paslon memiliki pandangan diametral. Paslon 01 menjelaskan soal target Perhutanan Sosial dan TORA sebagai redistribusi aset berkeadilan masyarakat-pengusaha. Paslon 02 memiliki paradigma berbeda bahwa penguasaan haruslah pada negara. Sayang tak menjelaskan soal konsep keadilannya bagaimana selain alasan normatif Pasal 33 UUD NKRI.

Pada segmen ketiga, didebat eksploratif terkait lubang bekas tambang. Secara keseluruhan formula kedua Paslon kurang memuaskan. Paslon 01 mengangkat Gerakan Nasional Penyelamatan SDA yang digagas bersama KPK. Sayang penjelasan soal GNPSDA tidak bicara soal pemulihan atau reklamasi pasca tambang. Selain itu tidak menjelaskan soal sikap ke depan mulai dari isu dana reklamasi hingga penegakan hukumnya. Paslon 02 menekankan pada pengawasan dan penegakan hukum. Sayang strategi kurang detail bagaimana membenahi persoalan pengawasan dan penegakan hukum sebelum digunakan sebagai instrumen menuju keberhasilan. Pada isu pesisir dan maritim, Paslon 01 menguraikan dual strategi dengan cara menekan kejahatan perikanan pada satu sisi dan mengembangkan akses nelayan terhadap sumber daya perikanan di sisi lainnya. Paslon 02 menekankan single strategi dengan fokus memberdayakan nelayan serta memperluas aksesnya. Selain isu soal pengelolaan asing terkait kepelabuhan.

 

 

Narahubung: Henri Subagiyo  +62 815-8574-1001