ICEL

ICEL

Saat Legalitas Menjadi Semu

Regulasi bukanlah segala-galanya. Regulasi bukan penjaga utama lingkungan hidup. Alih-alih menjaga lingkungan hidup, dalam praktik, regulasi justru menjadi jalur legal tindak korupsi.

Judul paparan Guru Besar Ilmu Kehutanan dari Institut Pertanian Bogor Hariadi Kartodihardjo dalam acara Outlook Lingkungan 2018 yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (18/1), amat menggelitik: ”Institusi ’Pseudo-Legal’ Korupsi Perizinan”.

Hariadi dengan lugas membuka fakta yang dia serap dari pengalamannya di lapangan saat sepanjang 2012-2017 terlibat dalam Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Guru besar yang lama bertungkus lumus dalam isu kehutanan itu secara terbuka menyatakan, ada semacam pseudo-legal (hukum yang semu).

Ada semacam dualisme. Urusan negara yang resmi, lengkap dengan beragam simbol negara, bisa masuk dijadikan urusan personal, menjadi hubungan antarorang.

Dari hubungan personal tersebut, ia menengarai munculnya beberapa tipe korupsi. Salah satunya revolving doors (pintu putar). Para pemain menjadi tidak jelas posisinya. ”Dia sebenarnya penyusun amdal, tetapi tiba-tiba bisa menjadi penilai amdal. Dalam posisi ini bisa terjadi suap di dalamnya,” ujarnya.

Baca SelengkapnyaSaat Legalitas Menjadi Semu