ICEL

ICEL

[Siaran Pers Bersama] Larang Perdagangan Racun Secara Daring: Merkuri dan Sianida

Jakarta, Indonesia, 12 Desember 2018 – Merkuri adalah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dilarang di seluruh dunia berdasarkan Konvensi Minamata untuk Merkuri. Indonesia meratifikasi Konvensi ini pada 19 Oktober 2017 dan diperkuat melalui Undang-undang No. 11 tahun 2017 tentang Pengesahan Konvensi Minamata tentang merkuri. Dalam rangka Hari HAM Sedunia, 10 Desember 2018, untuk ikut menjaga dan mendukung Hak Dasar untuk Hidup Sehat bagi Semua, kami mengingatkan pemerintah Indonesia dan publik pentingnya menghentikan perdagangan dan penggunaan merkuri segera terutama di sektor pertambangan.

Sejak tahun 2012, Uni Eropa dan Amerika Serikat telah menerapkan larangan ekspor merkuri. Sementara Indonesia, melalui Peraturan Menteri Perdagangan No. 75/M-DAG/PER/10/2014 telah melarang impor, perdagangan dan penggunaan merkuri di sektor pertambangan. Namun demikian, Indonesia merupakan produsen sekaligus eksportir merkuri, dimana produksinya mencapai 630 ton (2016, UN Comtrade database).

Merkuri banyak digunakan untuk mengolah bijih menjadi emas di lokasi-lokasi tambang emas illegal yang tersebar di 93 kabupaten di 32 wilayah provinsi. Lima tahun terakhir ini, banyak kasus-kasus keracunan merkuri dan anak-anak yang lahir cacat di lokasi-lokasi tersebut. Merkuri dan sinabar dijual bebas melalui daring, toko sampai diantar dari pintu-ke-pintu dan memanfaatkan laman-laman sosial media dan berbagai laman perdagangan daring lainnya. Beberapa tahun terakhir, sianida mengikuti pola yang sama, dijual bebas tanpa ada kontrol.

“Hampir semua pelaku merkuri di Indonesia melakukan bisnisnya secara ilegal: produsen, pedagang, eksportir, serta pengguna terutama di sektor tambang emas skala kecil. Sudah lebih dari 20 tahun pemerintah melakukan pembiaran. Sekarang saatnya mengambil tindakan tegas,” kata Yuyun Ismawati, pendiri dan Penasehat Senior BaliFokus/Nexus3, Peraih Goldman Environmental Prize 2009. “Bisnis merkuri dan emas ilegal merugikan perekonomian Indonesia lebih dari 1 Trilyun rupiah (atau lebih dari US$65 juta). Dengan mengakomodasi penjualan merkuri di platform daring, berarti Bukalapak, Tokopedia, Indonet, Indotrading, Shopee, dll, mendukung kegiatan kriminal.”

Baca Selengkapnya[Siaran Pers Bersama] Larang Perdagangan Racun Secara Daring: Merkuri dan Sianida