ICEL

ICEL

Jumlah Kasus Kejahatan Satwa Liar di Indonesia Meningkat

 

Petugas membawa barang bukti burung kakaktua goffin (Cacatua goffiniana) untuk dihadirkan saat rilis perdagangan satwa dilindungi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (Foto: Antara/Galih Pradipta,26/9).

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lembanga pengembangan hukum lingkungan Indonesia yaitu Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) mencatat jumlah kasus kejahatan satwa liar dilindungi di Indonesia meningkat selama kurun waktu 2015 hingga 2018.

Menurut Kepala Divisi Kehutaan dan Lahan ICEL Rika Fajrini, sejak 2015 hingga 2018, upaya penegakan hukum keanekaragaman hayati seakan memiliki dua sisi mata uang. Ia mengakui memang selama periode tersebut ada peningkatan penegakan hukum namun ada juga kebijakan yang menuai cukup banyak kritik seperti peningkatan kasus kejahatan satwa.

“Berdasarkan data Wildlife Crime Unit  WCS IP, jumlah kasus kejahatan satwa liar dilindungi tercatat meningkat tajam dari 106 kasus pada 2015 kemudian menjadi 120 kasus pada 2016 dan pada tahun berikutnya 2017 menjadi 225 kasus dan tahun ini saja tercatat sudah ada 35 kasus konflik satwa,” ujarnya saat pemaparan catatan akhir tahun 2018 kelompok kerja konservasi:Nasib Gantung Konservasi Keanekaragaman Hayati, di Jakarta, Jumat (14/12).

Baca SelengkapnyaJumlah Kasus Kejahatan Satwa Liar di Indonesia Meningkat